Kamis, 10 Mei 2012
Tips Merawat Anjing Pom
Tip-tip yang harus diperhatikan dalam merawat anjing pom yaitu :
1. Makanan:
Mini pom termasuk rentan. berikan dogfood yang bagus seperti orijen atau acana. kalau budget terbatas berikan dogfood merk eagle pack holistic chicken & rice atau nutrisource small breed puppy.
Lebih bagus kalau diberi raw food: daging ayam/sapi mentah yang dicampur dengan sayuran yang sudah diblender / cincang berupa wortel & buncis atau kentang yang dikukus atau blender. Bisa juga tambahkan telur mentah, kulit telur jangan dibuang - hancurkan kulitnya dan diberikan bersama makanannya sebagai sumber kalsium. Kebutuhan makan mentah adalah 2% dari berat badan anjing.
Contoh:berat mini pom 2 kg maka makanan yang dibutuhkan dalam 1 hari 40 gr yang isinya berupa 70% daging & 30% campuran sayur / kentang rebus / ubi merah (daging 28 gr - sayur / kentang 12 gr )
1. Makanan:
Mini pom termasuk rentan. berikan dogfood yang bagus seperti orijen atau acana. kalau budget terbatas berikan dogfood merk eagle pack holistic chicken & rice atau nutrisource small breed puppy.
Lebih bagus kalau diberi raw food: daging ayam/sapi mentah yang dicampur dengan sayuran yang sudah diblender / cincang berupa wortel & buncis atau kentang yang dikukus atau blender. Bisa juga tambahkan telur mentah, kulit telur jangan dibuang - hancurkan kulitnya dan diberikan bersama makanannya sebagai sumber kalsium. Kebutuhan makan mentah adalah 2% dari berat badan anjing.
Contoh:berat mini pom 2 kg maka makanan yang dibutuhkan dalam 1 hari 40 gr yang isinya berupa 70% daging & 30% campuran sayur / kentang rebus / ubi merah (daging 28 gr - sayur / kentang 12 gr )
Rabu, 01 Februari 2012
Senin, 30 Januari 2012
Tugas Sosiologi SMA kelas X smt 2
DINAS KEHUTANAN
BAB I
PENDAHULUAN
Hutan tropis, secara biologis, merupakan ekosistem terkaya di bumi dan berperan penting dalam hidrologi regional, penyimpanan karbon, dan iklim global. Namun perusakan hutan tropis dengan cepat terus berlanjut, dengan sekitar 13 juta hektar hutan dihabisi setiap tahunnya . Walau angka ini tidak berubah secara mencolok di dekade-dekade terakhir ini, dasar dari penggerak penggundulan hutan sedang bergeser dari kebanyakan penggundulan hutan yang digerakkan oleh kebutuhan hidup di tahun 1960 sampai 1980, ke lebih banyak penggundulan hutan yang digerakkan oleh industri akhir-akhir ini.
Dari tahun 1960an sampai 1980an, penggundulan hutan tropis ditiupkan secara luas oleh kebijakan-kebijakan pemerintah untuk pengembangan pedesaan, yang mencakup peminjaman untuk pertanian, pajak insentif, dan konstruksi jalanan, bersamaan dengan pertumbuhan populasi yang cepat di banyak negara berkembang. Inisiatif-inisiatif ini, terutama terlihat di negara-negara seperti Brazil dan Indonesia, mendorong munculnya gelombang arus yang dramatis para penduduk ke daerah perbatasan dan sering kali menyebabkan kerusakan hutan secara cepat. Dugaan bahwa para petani skala kecil dan peladang yang berpindah-pindah bertanggungjawab pada hilangnya hutan kebanyakan mengarah pada sebuah pendekatan konservasi seperti Integrated Conservation and Development Projects (ICDP), yang berusaha menghubungkan konservasi alam dengan pembangunan desa yang berkelanjutan. Bagaimanapun juga, sekarang ini banyak yang percaya bahwa ICDP telah sering gagal akibat kelemahan pada perencanaan dan implementasi, dan karena masyarakat lokal biasa menggunakan dana ICDP untuk meningkatkan pendapatan mereka, bukan untuk mengganti keuntungan yang telah mereka dapatkan dari mengeksploitasi alam.
Baru-baru ini, pengaruh kuat langsung dari masyarakat pedesaan pada hutan tropis tampaknya telah stabil dan bahkan telah berkurang di beberapa wilayah. Walau banyak negara tropis masih memiliki pertumbuhan populasi yang tinggi, tren urbanisasi yang kuat di negara berkembang (kecuali di Sub-Saharan Afrika) menunjukkan bahwa populasi di pedasaan tumbuh dengan lebih lambat, dan di beberapa negara mulai menurun. Popularitas program perpindahan penduduk ke perbatasan skala besar telah pula menyusut di beberapa negara. Jika tren seperti itu berlanjut, mereka mungkin meringankan tekanan pada hutan dari kegiatan pertanian skala kecil, berburu, dan mengumpulkan kayu bakar.
Pada saat yang bersamaan, pasar finansial yang telah terglobalisasi dan tingginya komoditas dunia menciptakan sebuah lingkungan yang amat menarik bagi sektor swasta. Sebagai hasil, industri penebangan kayu, penambangan, pengembangan minyak dan gas, dan terutama pertanian skala besar semakin muncul sebagai penyebab dominan dari kerusakan hutan tropis. Di Amazonia Brazil, contohnya, pertanian skala besar telah meledak, dengan jumlah hewan ternak yang meningkat lebih dari 3 kali lipat (dari 22 ke 74 juta kepala) sejak 1990, sementara industry penebangan kayu dan pertanian kedelai juga telah tumbuh dengan dramatis. Gelombang permintaan akan padi-padian dan minyak yang dapat dikonsumsi, didorong oleh kebutuhan dunia akan biofuel dan kenaikan standar hidup di negara-negara berkembang, membantu memacu tren ini.
Walaupun kita dan yang lain khawatir dengan bangkitnya penggundulan hutan skala industri, kami berpendapat bahwa itu juga merupakan tanda munculnya kesempatan untuk perlindungan dan manajemen hutan. Daripada berusaha mempengaruhi ratusan juta penduduk hutan di daerah tropis merupakan sebuah tantangan yang mengecilkan hati, paling baik adalah pendukung pelestarian sekarang bisa memfokuskan perhatian mereka pada jumlah korporasi pengeksploitasi sumber yang jauh lebih kecil. Banyak dari mereka adalah perusahaan multinasional atau perusahaan domestik yang mencari akses ke pasar internasional, yang mendorong mereka untuk menunjukkan beberapa sensitifitas terhadap masalah-masalah lingkungan yang tumbuh kepada konsumen global dan pemegang saham. Pada saat, korporasi seperti itu menjadi cukup lemah untuk diserang citra publiknya.
BAB I
PENDAHULUAN
Hutan tropis, secara biologis, merupakan ekosistem terkaya di bumi dan berperan penting dalam hidrologi regional, penyimpanan karbon, dan iklim global. Namun perusakan hutan tropis dengan cepat terus berlanjut, dengan sekitar 13 juta hektar hutan dihabisi setiap tahunnya . Walau angka ini tidak berubah secara mencolok di dekade-dekade terakhir ini, dasar dari penggerak penggundulan hutan sedang bergeser dari kebanyakan penggundulan hutan yang digerakkan oleh kebutuhan hidup di tahun 1960 sampai 1980, ke lebih banyak penggundulan hutan yang digerakkan oleh industri akhir-akhir ini.
Dari tahun 1960an sampai 1980an, penggundulan hutan tropis ditiupkan secara luas oleh kebijakan-kebijakan pemerintah untuk pengembangan pedesaan, yang mencakup peminjaman untuk pertanian, pajak insentif, dan konstruksi jalanan, bersamaan dengan pertumbuhan populasi yang cepat di banyak negara berkembang. Inisiatif-inisiatif ini, terutama terlihat di negara-negara seperti Brazil dan Indonesia, mendorong munculnya gelombang arus yang dramatis para penduduk ke daerah perbatasan dan sering kali menyebabkan kerusakan hutan secara cepat. Dugaan bahwa para petani skala kecil dan peladang yang berpindah-pindah bertanggungjawab pada hilangnya hutan kebanyakan mengarah pada sebuah pendekatan konservasi seperti Integrated Conservation and Development Projects (ICDP), yang berusaha menghubungkan konservasi alam dengan pembangunan desa yang berkelanjutan. Bagaimanapun juga, sekarang ini banyak yang percaya bahwa ICDP telah sering gagal akibat kelemahan pada perencanaan dan implementasi, dan karena masyarakat lokal biasa menggunakan dana ICDP untuk meningkatkan pendapatan mereka, bukan untuk mengganti keuntungan yang telah mereka dapatkan dari mengeksploitasi alam.
Baru-baru ini, pengaruh kuat langsung dari masyarakat pedesaan pada hutan tropis tampaknya telah stabil dan bahkan telah berkurang di beberapa wilayah. Walau banyak negara tropis masih memiliki pertumbuhan populasi yang tinggi, tren urbanisasi yang kuat di negara berkembang (kecuali di Sub-Saharan Afrika) menunjukkan bahwa populasi di pedasaan tumbuh dengan lebih lambat, dan di beberapa negara mulai menurun. Popularitas program perpindahan penduduk ke perbatasan skala besar telah pula menyusut di beberapa negara. Jika tren seperti itu berlanjut, mereka mungkin meringankan tekanan pada hutan dari kegiatan pertanian skala kecil, berburu, dan mengumpulkan kayu bakar.
Pada saat yang bersamaan, pasar finansial yang telah terglobalisasi dan tingginya komoditas dunia menciptakan sebuah lingkungan yang amat menarik bagi sektor swasta. Sebagai hasil, industri penebangan kayu, penambangan, pengembangan minyak dan gas, dan terutama pertanian skala besar semakin muncul sebagai penyebab dominan dari kerusakan hutan tropis. Di Amazonia Brazil, contohnya, pertanian skala besar telah meledak, dengan jumlah hewan ternak yang meningkat lebih dari 3 kali lipat (dari 22 ke 74 juta kepala) sejak 1990, sementara industry penebangan kayu dan pertanian kedelai juga telah tumbuh dengan dramatis. Gelombang permintaan akan padi-padian dan minyak yang dapat dikonsumsi, didorong oleh kebutuhan dunia akan biofuel dan kenaikan standar hidup di negara-negara berkembang, membantu memacu tren ini.
Walaupun kita dan yang lain khawatir dengan bangkitnya penggundulan hutan skala industri, kami berpendapat bahwa itu juga merupakan tanda munculnya kesempatan untuk perlindungan dan manajemen hutan. Daripada berusaha mempengaruhi ratusan juta penduduk hutan di daerah tropis merupakan sebuah tantangan yang mengecilkan hati, paling baik adalah pendukung pelestarian sekarang bisa memfokuskan perhatian mereka pada jumlah korporasi pengeksploitasi sumber yang jauh lebih kecil. Banyak dari mereka adalah perusahaan multinasional atau perusahaan domestik yang mencari akses ke pasar internasional, yang mendorong mereka untuk menunjukkan beberapa sensitifitas terhadap masalah-masalah lingkungan yang tumbuh kepada konsumen global dan pemegang saham. Pada saat, korporasi seperti itu menjadi cukup lemah untuk diserang citra publiknya.
Selasa, 27 Desember 2011
1.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN :
a.
Business entity concept
merupakan konsep akuntansi
yang didasarkan pada entitas usaha, yaitu membatasi data ekonomi dalam sistem
akuntansi terhadap data yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha
b.
Accrual basic
Jika suatu perusahaan menggunakan metode pencatatan akuntansi berdasarkan
Accrual Accounting, perusahaan akan mencatat pendapatan ketika transaksi aktual
selesai bukan pada saat kas diterima
c.
Cash basic
Pada metode ini, perusahaan mencatat beban didalam akun keuangan ketika
kas dikeluarkan atau dibayarkan. Selain itu pendapatan dicatat ketika kas masuk
atau diterima
d.
Book of original entry
catatan akuntansi permanen yang pertama
e.
Historical cost
Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva,
utang, modal dan biaya.
f.
Rekening nominal dan contohnya
Disebut juga akun dalam laporan laba/rugi yang terdiri dari akun
pendapatan dan akun beban.
Contoh : pendapatan sewa,beban gaji
g.
Rekening riil dan contohnya
Disebut juga dengan akun neraca yang bersifat permanen maksudnya tetap
berkelanjutan dari satu periode ke periode pembukuan berikutnya.
Contoh : cek, kas bank,saham, obligasi
h.
Matching principles
adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya
tersebut.
i.
Akuntansi anggaran
adalah bidang akuntansi yang menyajikan rencana
operasi keuangan untuk periode tertentu, kemudian membandingkan relalisasi
dengan rencana operasi, sehingga operasi perusahaan dapat dimonitor dan
dikendalikan.
Akuntansi Anggaran (Budgeting) digunakan
untuk menyusun rencana keuangan yang berkaitan dengan perusahaan untuk jangka
waktu tertentu dan untuk membandingkan antara rencana dan pelaksanaan yang
terjadi.
j.
Akuntansi keuangan
meliputi kegiatan pencatatan transaksi, penyusunan
laporan-laporan periodik yang sesuai dengan Standart Akuntansi Keuangan.
k.
Akuntansi biaya
adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan
bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang
berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk
menghasilkan barang atau jasa.
menghasilkan barang atau jasa.
2. BEBERAPA PROFESI DAN BIDANG TUGAS DARI AKUNTAN
a.
Akuntan publik
Adalah seorang akuntan bersama stafnya yang memberikan jasa-jasa
akuntansi kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya dengan imbalan
berupa honoranium.
b.
Akuntan management/intern
Adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan dan bertanggung jawab
atas berbagai fungsi akuntansi serta keuangan perusahaan.
c.
Akuntan pendidik
Adalah akuntan yang mengabdikan pemgetahuan dan kemampuan intelektual
mereka dalam bidang pendidikan akuntansi yang tugas utamanya adalah
mengembangkan dan mengajarkan akuntansi.
d.
Akuntan pemerintah
Adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah yang bertugas
merencanakan, mengendalikan, dan memeriksa penggunaan uang atau kekayaan
negara.
3. PIHAK-PIHAK YANG
BERKEPENTINGAN TERHADAP INFORMASI AKUNTANSI.
a.
Pihak Intern
adalah pengelola perusahaan (manajemen) yaitu pihak yang bertanggungjawab
di dalam mengarahkan jalannya perusahaan, seperti manajer perusahaan. Manager /
pimpinan perusahaan membutuhkan laporan keuangan untuk mengetahui dengan tepat
posisi keuangan, guna pengambilan keputusan dalam merencanakan, melaksanakan,
mengawasi, menilai dan mempertanggungjawabkan keberhasilan dalam mengelola
perusahaan.
·
Manajer
Selain digunakan untuk mengambil keputusan, bagi manajer informasi
akuntansi dapat digunakan untuk menyusun rencana perusahaan, mengevaluasi
kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan, dan melakukan
tindakan-tindakan koreksi yang diperlukan.
b.
Pihak Ekstern
adalah
pihak-pihak di luar perusahaan yang bukan merupakan bagian dari manajemen
perusahaan sehari-hari, yaitu para investor, kreditor, pemilik perusahaan /
pemegang saham
dan badan pemerintah serta instansi perpajakan.
·
Kreditor dalam hal ini misalnya bank, tentunya harus dapat menilai
apakah perusahaan yang mengajukan permintaan kredit mampu mengembalikan
pinjaman atau tidak. Kreditor akan menolak suatu usulan/permintaan kredit dari
suatu perusahaan bila informasi akuntansi perusahaan itu meragukan atau
menunjukkan hal yang negatif, bankir akan mempertanyakan tentang kemampuan dan
reputasi manajer perusahaan atau meminta pemegang saham utama perusahaan
tersebut untuk memberikan jaminan atas utang perusahaan.
·
Investor adalah anggota masyarakat yang mampu/mempunyai
permodalan, yang bila akan menginvestasikan modalnya memerlukan data informasi
akuntansi (keuangan) perusahaan untuk mengukur tingkat kemampu-labaan
perusahaan.
·
Pemilik perusahaan atau pemegang saham dapat menggunakan laporan
keuangan untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan perusahaannya dan
bagaimana prospeknya di masa yang akan datang.
·
Karyawan perusahaan dapat mengetahui posisi keuangan dan kemajuan
perusahaan melaluii laporan keuangan, sehingga dapat menentramkan karyawan
dalam kelangsungan kerjanya.
·
Lembaga pemerintah / instansi perpajakan memerlukan informasi
akuntansi untuk keperluan pemungutan pajak, perusahaan diharuskan untuk membuat
laporan keuangan oleh pemerintah untuk menetapkan besarnya pajak yang harus
dibayar oleh perusahaan.
Langganan:
Postingan (Atom)
