Aku lelah dengan semua perlakuan busuk kalian dengan kami selama 7 tahun ini.
Berawal dari tahun 2005, anak ke-2 mu datang dengan tiba-tiba lalu mengatangan dengan gampangnya bahwa dia memiliki hutang begitu banyaknya, kau tetap membela dia walaupun kau tau dia salah. Dilain pihak kau selalu memojokkan anak pertama dan cucu dari anak pertama kalian, kau memuji mereka di depan mereka tapi kau menjelek-jelekkan mereka di belakang mereka, tetapi kau tak sadar satu hal cucu kalian yang kini (2012) telah berusia 16 tahun, yang kalian kira masih anak-anak, sudah mengerti apa yang kalian katakan walaupun kalian berbicara dengan bahasa bali, dia tau betapa kalian menjelek-jelekkan dirinya dan keluarganya, tapi dia tetap diam berpura-pura untuk tidak perdah mendengar kata-kata tersebut. Dan tibalah suatu hari dimana anak tersebut dipanggil oleh ayahnya ketika ayahnya baru saja pulang dari tempat kerjanya, anak itu dan adiknya diminta untuk naik kelantai dua oleh ayahnya,
Senin, 22 Oktober 2012
Minggu, 21 Oktober 2012
Prinsip Dasar dalam Penelitian Sejarah Lisan
Penelitian sejarah lisan membutuhkan suatu metode
pengumpulan data atau bahan penulisan sejarah yang
dilakukan oleh peneliti sejarah melalui wawancara secara lisan terhadap pelaku
atau saksi peristiwa. Metode ini sudah dipergunakan sejak masa lalu yang semula
dipergunakan di Amerika Serikat.
Langkah yang
harus ditempuh bagi penelitian sejarah lisan adalah menemukan sumber pendukung
yang berasal dari para pelaku atau saksi-saksi langsung serta
tempat terjadinya peristiwa untuk mencari latar belakang dan pemahaman akibat
dari peristiwa yang ditimbulkan sehingga akan mendekati kebenaran seperti yang diharapkan.
Sejarah Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia
1. PROSES MASUKNYA AGAMA HINDU
MENURUT TEORI
·
Teori
Waisya, bahwa pembawa dan penyebar Hinduisme ke Indonesia adalah para pedagang.
·
Teori
Brahmana, para Brahmana menguasai seluk beluk keagamaan, maka merekalah yang
menyebrkan agama Hindu ke Indonesia.
·
Teori Ksatria,
teori ini mengatakan bahwa para ksatria India telah mendirikan koloni di
Indonesia maupun di Asia Tenggara.
·
Para
ksatria melakukan penaklukan sambil menyebarkan Hinduisme.
·
Teori
Arus Balik orang Indonesia setelah belajar di India kemudian pulang ke
Indonesia dengan menyebarkan agama dan budaya India.
Manusia Purma (Kelas X)
Kehidupan Manusia Purba
di Indonesia
Manusia Purba adalah jenis manusia
yang hidup jauh sebelum ditemukan tulisan. Manusia Purba memiliki volume otak
yang lebih kecil dari manusia modern. Manusia yang hidup berkelompok dan
mengandalakan makanan dari buah-buahan dan binatang. Manusia yang hidupnya
masih sederhana dengan alat-alat yang sederhana pula
Kehidupan manusia purba dapat
diketahui melalui peninggalan berupa:
-
Fosil, merupakan sisa tulang belulang manusia, tumbuhan, hewan yang telah
membatu.
-
Artefak, merupakan peralatan dan perlengkapan kehidupan manusia sebagai hasil
dari kebudayaan.
Kamis, 18 Oktober 2012
seputar study tour SMASTA 2012
Taman Sukasada Ujung Karangasem
Taman
Sukasada Ujung ini terletak di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem berjarak ±5km
dari Amlapura (Buleleng) dan ±60km dari Kota Dempasar. Taman yang dibangun oleh
Raja Karangasem: I Gusti Bagus Jelantik yang bergelar Anak Agung Agung Anglurah
Ketut Karangasem dengan konsep sempurna ini merupakan kebanggaan warga
Karangasem karena awalnya memiliki luas hampir 400 hektar . Taman ini adalah
salah satu tempat rekreasi yang indah
bagi kalian yang ingin berkunjung ke Bali ataupun bagi kalian yang belum pernah
berkunjung Taman Ujung. Di Taman ini
juga ada bangunan-bangunan tua dan beberapa kolam ikan, Taman Sukasada Ujung
ini selain digunakan untuk tempat rekreasi juga sering digunakan untuk tempat
berolahraga, seperti olahraga lari oleh masyarakat sekitar (ini menurut
pengamatan yang saya lihat ketika saya melakukan study tour, pada tanggal 17
Oktober 2012)
Diambil dari beberapa sumber seperti :
②. Hasil Pengamatan yang saya lakukan pada saat
study tour (Lina Damayanti, XI A5)
Seputar Tenun
Gringsing
Tenun Gringsing berasal dari Desa Tenganan Penggringsingan,
Karangasem, Bali. Tenun Gringsing ini berasal dari 2 kata Gring dan Sing. Gring yang
berarti sakit, dan Sing berarti tidak. Tenun Gringsing berarti kain penangkal bala, informasi
tersebut saya dan teman-teman saya dapatkan dari Kepala Desa dari Desa Tenganan
Penggringsingan.
Pembuatan Tenun Gringsing, ini menggunakan benang Bali asli.
Pembuatan benang Bali asli ini memerlukan waktu hingga 3 tahun, dan pembuatan 1
selendang tenunan Tenun Gringsing ini memerlukan waktu kurang lebih 1 bulan. Warna
Tenun Gringsing ini 100% pewarna asli, yang dibuat dari tumbuhan-tumbuhan di
sekitar. Harga selendang Tenun Gringsing
ini berkisar sekitar 500.000-2.500.000
Narasumber : Kepala
Desa Desa Tenganan
Ibu Nyoman Arini (warga
desa)
Oleh : Lina Damayanti, Widyasari, Asri Vitaloka, Daniel
Oenantha (Siswa SMA Negeri 1 Tbn)
Langganan:
Postingan (Atom)


